Menyusui (Breastfeeding) Bikin Haid Telat

Saya suka was was ketika haid tak kunjung datang, padahal sudah lewat masa yg diprediksikan. Oh ya, saya pakai aplikasi kalender haid namanya Flo. Prediksi Flo selama ini jarang sekali meleset, sehingga saya jadi deg-deg an ketika haid tak kunjung datang padahal Flo sudah mengeluarkan prediksi tanggal haid saya.

Karenanya, saya googling ke sana sini untuk mencari informasi mengenai hal-hal yang bisa menyebabkan haid telat. Salah satunya sih menyebutkan bahwa menyusui (breastfeeding) memang memengaruhi siklus haid busui yang diakibatkan karena perubahan hormon.

Baca juga: Ibu Menyusui, Sang Pejuang ASI untuk Bayi

Jadi, selama busui masih menyusui bayinya, ada kemungkinan besar siklus haid menjadi tidak teratur. Mungkin haid akan terlambat atau bahkan tidak haid sama sekali. Disimak ya bun, ini adalah ceritaku dengan pengalaman telat haid saat menyusui.

Mengapa Menyusui Bikin Haid Telat?

Wanita disarankan mulai menyusui bayi yang baru lahir dan dilanjutkan hingga usia bayi 2 tahun. Selama masa itu adalah masa-masa emas perkembangan bayi sehingga sangat baik untuk memperhatikan nutrisi bayi. ASI adalah salah satu nutrisi terbaik alami bagi bayi.

Menurut artikel di id.theasianparent.com, wanita mulai terlambat haid karena aktivitas menyusui diakibatkan oleh aktivitas hormon prolaktin. Hormon prolaktin adalah hormon yang bertanggung jawab untuk memproduksi ASI (breast milk). Ternyata, selain bertanggung jawab untuk memproduksi ASI, hormon prolaktin juga bertanggung jawab dalam mencegah menstruasi.

Jadi, bisa ditebak dong ya, semakin sering bunda menyusui secara langsung (ASI eksklusif/direct breastfeeding), maka hormon prolaktin akan terus ada dan bekerja. Jadi, selama hormon prolaktin terus ada dan bekerja, selama masa itulah menstruasi menjadi tidak selancar biasanya.

Kemudian, ketika anak mulai MPASI, dan frekuensi menyusui secara langsung mulai berkurang, maka otak juga akan lebih sedikit memproduksi hormon prolaktin. Lambat laun, siklus menstruasi akan kembali manakala semakin sedikit hormon prolaktin yang bekerja, meskipun aktivitas menyusui masih berlangsung, ya bunda.

Produksi ASI Menurun Sebelum Haid dan Ketika Haid

Saat kerja dari pagi hingga sore, saya tidak menyusui bayi saya secara langsung. Sebagai gantinya, saya memompa ASI untuk diberikan ke bayi saya melalui botol dot. Namun, beberapa hari sebelum haid saya perhatikan hasil perahan ASI saya hanya sedikit, tidak sampai 100ml. Padahal saya menggunakan elektrik breastpump  yang membuat proses memerah ASI menjadi lebih efektif.



Saya ingat bahwa tanggal-tanggal tersebut sudah dekat waktu haid saya. Lalu, saya berpikiran apakah ada hubungannya produksi ASI yang menurun dengan periode haid.

Setelah membaca-baca di internet, lagi-lagi disebutkan bahwa hormon prolactin mungkin saja menjadi lebih sedikit ketika mendekati masa haid. Oleh karena sedikitnya hormon prolactin yang bekerja, maka menjadi sedikit pula produksi ASI.

Baca juga: Kegiatan Saya Menjadi Working Mom dan Stay At Home Mom

Hmm, pantas saja bayi saya kelihatan lapar terus saban hari. Mungkin saja ia lebih sering lapar karena ketika menyusu, ASI yang keluar hanya sedikit.

Ada juga yang menyebutkan bahwa, ketika mendekati masa haid, rasa ASI mungkin sedikit berubah sehingga bayi lebih sedikit menyusunya.

Sekali Lagi, Setiap Orang Berbeda-beda

Yang perlu bunda garisbawahi, penjelasan di atas, baik pengalaman saya maupun referensi yang saya dapatkan dari internet tersebut tidak bisa dipukul rata untuk semua ibu. Tiap ibu menyusui berbeda-beda kondisinya, dan ada banyak faktor lain yang mesti diperhatikan.

Akan tetapi secara garis besar, hal-hal berikut mungkin saja bisa menjadi faktor-faktor:

  1. Bagi ibu yang tidak menyusui secara langsung bayi, atau hanya memberikan susu dalam botol maupun susu formula, mungkin periode menstruasinya datang lebih cepat, 1 atau 2 bulan setelah melahirkan.
  2. Bagi ibu yang memberikan ASI eksklusif atau menyusui secara langsung bayinya (direct breastfeeding), mungkin menstruasinya baru kembali setelah berbulan-bulan, atau bahkan bertahun-tahun.
  3. Beberapa ibu mungkin tidak mendapatkan menstruasi ketika menyusui bayi, tapi ketika bayi masuk masa sapih, menstruasi akan kembali.
  4. Jadwal haid tidak teratur selama masa menyusui adalah normal. Telat berbulan-bulan masih dianggap normal.
  5. Ketika periode menstruasi sudah kembali, artinya sel telur sudah siap dibuahi kembali.
  6. Ibu yang memompa ASI juga akan mengalami haid kecil, darah yang keluar hanya sedikit.
  7. Penurunan produksi ASI mungkin terjadi sesaat sebelum haid, karena sedikinya hormon prolaktin yang diproduksi.

Wah, jadi kalau telat haid selama masa menyusui itu masih normal ya bunda. Jadi wajar bila ibu mengeluhkan telat haid, ketidakseimbangan hormonlah yang jadi penyebabnya. Tapi, bunda tetap harus memerhatikan tanda-tanda lain ya, sekiranya ada yang mencurigkan maka sebaiknya datang ke dokter untuk diperiksa lebih mendetail.

Referensi:

id.theasianparent.com